Selasa, 21 Agustus 2018

Orientasi Mahasiswa Baru Tingkat Fakultas dan Jurusan

Masa Orientasi Mahasiswa Baru di tingkat Universitas telah berakhir namun masa orientasi bagi mahasiswa baru belum sepenuhnya berakhir. Masih ada OMBUS di tingkat Fakultas dan tingkat Jurusan.
    Sebelumnya, saya adalah mahasiswa baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Jumlah mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini adalah 1.270 mahasiswa yang tersebar dalam 10 jurusan. Yaitu, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Geografi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, dan Pendidikan Sejarah.
    FKIP sendiri merupakan Fakultas dengan jumlah jurusan terbanyak di Universitas Siliwangi. Yang lainnya paling tidak memiliki dua atau tiga jurusan dalam satu fakultas.
    Pada tanggal 14 Agustus 2018, selepas Sholat Ashar para Mahasiswa baru diserahkan dari Universitas ke Fakultasnya masing-masing. Mahasiswa baru terlebih dari FKIP, dijemput oleh kakak-kakak mahasiswa ke depan gedung baru FKIP. Tak lupa sambil menyerukan jargon, “FKIP bersatu tak bisa dikalahkan! FKIP bersatu tak bisa dikalahkan!!” Itu sore-sore, lagi capek, semangat harus tetap bagus layaknya pagi hari.
    FKIP bersatu, tak bisa dikalahkan bahkan dari musuh terbesar sekalipun, yaitu diri sendiri. Rasa malas atau bosan yang kerapkali menghampiri. Karena ketika sama-sama saling menyemangati, saling mendukung sesama mahasiswa, tak ada yang bisa menghentikan kami dalam meraih cita di Universitas Siliwangi.
    OMBUS di tingkat Fakultas dan tingkat Jurusan berlangsung masing-masing satu hari. OMBUS Fakultas diisi oleh pemberian materi dari Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kemudian ada perkenalan dari organisasi-organisasi, seperti BEM tingkat Fakultas dan BLM tingkat fakultas. Serta, ada penampilan menarik dari Sanggar Seni Katumbiri yang berada dalam naungan divisi minat bakat BEM FKIP.
Terdapat perbedaan dalam OMBUS Fakultas ini, yaitu terdapat Divisi Kedisiplinan. Mereka terdiri dari lima orang dengan wajah datar, dingin, jutek juga tegas. Ya, tak ada salahnya, itu memang tugasnya. Mendisiplinkan mahasiswa baru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dan selama OMBUS Fakultas ini saya tidak berurusan dengan mereka, Alhamdulillah saya anak yang patuh hehee
    Di OMBUS Fakultas ini juga ada Koordinator lapangan, yang mengatur arah lajur mahasiswa yang akan keluar dari gedung Mandala. Jadi, rapi dan enak juga ketika keluar, tak berdesak-desakan.
    Begitu acara selesai, para mahasiswa baru kembali diserahkan kepada jurusannya masing-masing.

Kali ini panitia dari kakak-kakak HMJ Diksatrasia atau Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Sebanyak 114 mahasiswa baru Diksatrasia dikumpulkan di depan ruangan kelas. Sebelum pulang, kami diberi arahan dan persyaratan apa saja yang harus dibawa. Tak ada yang aneh, hanya ada beberapa tambahan yaitu Puisi karya sendiri serta surat cinta juga benci untuk kakak-kakak mahasiswa.
    OMBUS jurusan dimulai pagi-pagi sekali dan diisi kembali dengan materi umum dari dosen kemudian juga ada pengenalan dosen yang mengajar di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Ternyata di jurusan ini para mahasiswa biasa memanggil Bapak/Ibu Dosen dengan panggilan Ayah dan Bunda, nyaris ke semua dosen. Kemudian ada pengenalan HMJ Diksatrasia (Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Dalam HMJ ini terdapat beberapa divisi, salah satunya adalah divisi Minat Bakat yang didalamnya terdapat, Bengkel Sastra, Musikalisasi Puisi,  Teater Blok 3, juga Seni Tari. Satu lagi, ini bukan masuk ke dalam minat bakat namun masih dalam naungan HMJ yaitu RAE (Republik Anak Elang) yang merupakan pengabdian mahasiswa Diksatrasia untuk mengajar anak-anak.
    Masa Orientasi yang hanya berjalan dua hari di Fakultas dan Jurusan memang belum cukup untuk mengenal semua hal tentangnya, tapi paling tidak saya tahu berada di mana, saya tahu ada apa saja di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Seiring berjalannya waktu nanti, pasti bisa mengenal lebih dalam Fakultas dan Jurusan yang telah menerima saya ini.
    Lagi-lagi OMBUS selesai sore hari, mahasiswa baru dikumpulkan kembali di Gedung Mandala untuk penutupan OMBUS tingkat Fakultas. Lantas setelah itu, ada pelepasan tanggung jawab dari divisi kedisiplinan, untuk pertama kalinya kelima kakak mahasiswa itu tersenyum di hadapan mahasiswa baru bahkan kami bernyanyi bersama. Perpisahan yang manis. Tak ada dendam, tak ada kekesalan, semuanya rukun dan damai.
    Di OMBUS Fakultas dan Jurusan ini saya tidak banyak mengambil gambar, atau berfoto bersama kawan-kawan atau kakak-kakak panitia dikarenakan tidak diperbolehkannya memegang gawai ketika kegiatan OMBUS berlangsung. Karena kami pun langsung pulang begitu kegiatan selesai.
    Setelah OMBUS selesai, mahasiswa baru tidak serta merta berhenti berkegiatan. Karena Senin depannya kami langsung ada kuliah perdana oleh Rektor IPB, Bapak Dr. Arif Satria, SP, M.Si dan hari kamisnya ada kuliah umum oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti. Sementara perkuliahan baru efektif mulai tanggal 27 Agustus 2018.
    Sekali lagi, tulisan ini merupakan pengganti dokumentasi gambar yang tidak saya miliki. Pun karena saya sadar, saya tak bisa mengingat banyak hal sementara ingatan-ingatan baru bermunculan. Saya tak ingin melupakan banyak hal, pun tak ingin dilupakan.
    Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa yang sudah mengulurkan tangannya pada kami adik-adik mahasiswa baru, hingga kami bisa mulai berjuang bersama-sama di kampus perjuangan, menciptakan karya, berprestasi untuk bangsa dan menjadi kebanggaan untuk almamater.
    Hidup mahasiswa!!
   


Kamis, 16 Agustus 2018

Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Kampus Lewat Kegiatan OMBUS



Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Siliwangi (OMBUS) adalah kegiatan wajib yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru di awal masa perkuliahan. Sebanyak 2.771 mahasiswa baru yang terjaring lewat jalur SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri mengikuti kegiatan OMBUS yang dibuka pada tanggal 10 Agustus 2018. Sementara itu, dua hari sebelumnya telah dilaksanakan pelantikan mahasiswa baru dan Gladi OMBUS.  Saya, sebagai bagian dari 2.771 mahasiswa baru tersebut turut andil mengikuti kegiatan OMBUS ini.
Tanggal 07 Agustus 2018, saya sebagai calon mahasiswa yang lolos lewat jalur Seleksi Mandiri melakukan Daftar Ulang di Gedung Mandala Universitas Siliwangi. Kemudian esoknya adalah Gladi Pelantikan Mahasiswa Baru dan Pelantikannya sendiri baru dilaksanakan tanggal 09 Agustus 2018 di Gedung Mandala Universitas Siliwangi. Para peserta OMBUS dibagi menjadi 34 kelompok putra dan putri sesuai jumlah provinsi di Indonesia dan diberi sebuah buku pedoman peserta OMBUS 2018 juga beberapa persyaratan yang harus dibawa saat OMBUS nanti. Tak ada persyaratan yang aneh, seperti makanan dengan nama yang disingkat-singkat, caping dari karton, pom-pom dari tali rapia, ataupun yang lainnya. Beruntung sekali saya ini ya. Perbekalan yang harus dibawa hanya makanan berat, alat sholat juga paling karton warna untuk membuat formasi di lapangan utama Universitas Siliwangi.  
Tanggal 10 Agustus 2018, pembukaan OMBUS digelar. Grand Opening yang sangat meriah dilangsungkan di Gedung Mandala Universitas Siliwangi. Ada sambutan dari Wakil Rektor, Ketua pelaksana OMBUS 2018 yaitu Redo Julianto dan yang paling menarik adalah dari Ketua BEM atau juga Presiden Mahasiswa yaitu Hilma Fanniar Rohman. Orasi oleh Presiden Mahasiswa ini sangatlah berapi-api, lugas, tegas juga lantang. Kalimat-kalimat yang diucapkan penuh dengan semangat yang juga tersalur pada para Mahasiswa Baru hingga Gedung Mandala bergetar oleh teriakan lantang “Hidup Mahasiswa!!” Yang dipimpin oleh Presiden Mahasiswa tersebut. Tak lupa, tangan kiri yang dikepalkan ke atas. Kenapa tangan kiri, karena tangan kanan untuk makan, jawab Presma dengan tawa renyah di akhir kalimatnya. Yang paling membuat saya bergetar adalah ketika bersama-sama melantangkan Sumpah Mahasiswa Indonesia yang lagi-lagi dipimpin oleh Presiden Mahasiwa Universitas Siliwangi. Lantas kemudian acara berlanjut dengan persembahan dari kakak-kakak mahasiswa, sebuah pentas musik dan tari yang memeriahkan suasana. Saya tak henti-hentinya bertepuk tangan untuk pementasan meriah tersebut.  
Maka, kegiatan OMBUS resmi dibuka. Agenda kegiatannya adalah materi-materi untuk bekal mahasiswa baru di perkuliahannya nanti. Yang pertama materi diberikan oleh Bapak Khaerudin S.Ag, M.Ag mengenai 4 Pilar MPR RI. Materi-materi selanjutnya disampaikan oleh Wakil Rektor-1, Wakil Rektor-2, Wakil Rektor-3, Alumni Unsil, dan pemateri lainnya.  
OMBUS berlanjut kembali pada hari senin tanggal 13 Agustus 2018 karena hari sabtu dan minggu diliburkan. Agendanya masih materi-materi bermanfaat dari pemateri hebat. Kemudian dilanjutkan dengan membuat formasi di lapangan utama Universitas Siliwangi lantas berlanjut dengan Flashmob : Bright as the Sun, sebagai bentuk partisipasi bahwa Unsil mendukung penuh Asian Games 2018.  
Selepas flashmob, para peserta tidak langsung pulang melainkan mengerubungi photo booth yang telah disediakan panitia. Para peserta berswafoto bersama rekan-rekan baru juga dengan kakak-kakak LO –nya masing-masing juga kakak-kakak panitia yang berada di sekitaran lapangan utama. Oh, tak ketinggalan juga para peserta yang tak lain mahasiswa baru itu mengerubungi Presiden Mahasiswa, Kak Hilma Fanniar. Kesempatan yang jelas tidak bisa dilewatkan karena Presma Unsil ini kebetulan baik dan murah senyum meskipun garang ketika berorasi.
Saya, sebagai mahasiswa baru yang bangga memiliki Presma seperti dia tentu ingin berswafoto dengannya dong, ya mumpung ada kesempatan gitu. Paling enggak saya punya kenang-kenangan semasa OMBUS di Universitas Siliwangi, takutnya saya lupa wajah Presma Unsil karena maklumlah saya pengingat yang buruk dan perlu sekali mengabadikan moment, entah lewat gambar atau tulisan seperti ini. Namun, saya lupa kalau fans Kak Fanniar ini cukup banyak. Apalagi dari para Permada—sebutan untuk Mahasiswa Baru perempuan. Jadinya, saya tak melihat ada Kak Fanniar di lapangan, entah mungkin udah pergi atau lagi dikerubungin Permada. Yha baiklah, karena saat itu sudah sangat sore saya memutuskan untuk pergi meninggalkan lapangan.
OMBUS di tingkat Universitas telah berakhir pada tanggal 14 Agustus 2018. Namun masa orientasi ini belum selesai. Masih ada OMBUS fakultas yang mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus di fakultasnya masing-masing, mungkin akan ada postingan lainnya nanti. Semoga saja saya dijauhkan dari rasa malas. Nantilah ada di postingan lain hehee
Nah, tanggal 17 Agustus 2018 para mahasiswa baru mengikuti upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-73 di lapangan utama Universitas Siliwangi. Begitu selesai upacara, kegiatan OMBUS di tingkat Universitas resmi ditutup oleh Presiden Mahasiswa. Kemudian lagu Sampai Jumpa milik Endank Soekamti terdengar lewat pengeras suara, para mahasiswa baru beserta panitia OMBUS membentuk lingkaran dan saling merangkul juga bernyanyi bersama. Ini terharu banget sih, bakal kangen sama jargon-jargon OMBUS, teriak-teriak di lapang, makan bareng di lapang, pokoknya saya ngerasa enjoy banget di OMBUS tingkat Universitas ini. Yha kemarin ada pembukaan, pasti nanti juga ketemu sama penutupan. Layaknya awal yang bertemu akhir. Tapi, kegiatannya aja yang berakhir, kebersamaannya tidak.
Lalu pada hari itu juga, Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi menepati janjinya bahwa ia akan mencukur rambut gondrongnya. Benar, di hadapan 2.771 mahasiswa baru kak Fanniar memotong rambutnya setelah tiga tahun memanjangkannya. Daebak!!!
Sebelum bubar, lagi-lagi Kak Fanniar dikerumuni para permada untuk foto bareng. Saya liatin dari jauh, gak mungkin banget bisa foto bareng apalagi saya harus kumpul jurusan. Saya menjauh aja tuh, tapi ternyata kumpul jurusannya gak lama dan para permada yang mengerumuni kak Fanniar udah gak banyak. Ya sudah, saya dan beberapa teman yang juga ingin foto bareng mendekati kak Fanniar dan berhasil berada dalam satu frame yang sama. Dia baik banget sih, makasih lho kak 😊
Presiden Mahasiswa a.k.a Ketua BEM Universitas Siliwangi
Hidup Mahasiswa!!

Nah ini Koordinator Lapangan, Kak Bangkit Semesta Juang. Pengennya sih foto sama panitia lainnya, cuma gak bisaa. Oh, masih inget banget suara kakak ini pas berseru, "Adik-adik yang budiman.." wkwk

Temen-temen baruu dari kelompok 24. Gak semuanya, karena gak tau yang lainnya kemana.

Temen baru dari jurusan yang samaa

Err.. kali-kali swafoto bolehlah yaa wkwk

Dari OMBUS ini, saya sangat salut pada kakak-kakak panitia yang harus datang pagi-pagi sekali sebelum para peserta, yang pulang malam hari karena harus evaluasi dan persiapan untuk hari esok.
Kepada Kakak-kakak LO (Liaison Officer) yang selalu mendampingi adik-adik kelompoknya. Kakak-kakak P3K yang sigap sedia berdiri dengan perlengkapan obat-obatan di setiap sudut, sebagai antisipasi kalau adik-adik mahasiswa ada yang sakit. Kakak-kakak keamanan, koordinator lapangan yang dengan hebatnya mengatur 2.771 adik-adik mahasiswa agar tetap rapi dan kondusif ketika di lapangan atau ketika memasuki Gedung Mandala. Kakak-kakak acara yang dengan cerdasnya mengatur waktu. Kakak-kakak tim dokumentasi yang selalu mengabadikan setiap moment ​ berharga selama kegiatan orientasi mahasiswa baru ini. Juga Kakak-kakak lainnya yang turut andil dalam pelaksanaan OMBUS 2018 ini. Yang berlarian kesana-kemari, mengabaikan lelah, merusak waktu istirahatnya, dan yang paling utama adalah merelakan waktu liburannya untuk pelaksanaan OMBUS 2018 ini. Terima kasih atas kerja keras kakak-kakak panitia, atas segala waktu yang diberikan untuk mendampingi adik-adik mahasiswa baru di lingkungan barunya.
Ospek atau sekarang yang disebut OMBUS di Universitas Siliwangi, tidaklah semenyeramkan atau semenakutkan yang saya perkirakan. Tak ada mahasiswa baru yang tertindas, tak ada kakak mahasiswa yang bertindak semena-mena, tak ada yang garang, tak ada yang mencaci-maki, tak ada kekerasan, tak ada yang suka marah-marah karena hal sepele. Saya, kami, mahasiswa baru disambut sebagai teman, saudara, dengan senyum ramah dan jabatan tangan yang hangat hingga saya merasa nyaman berada di lingkungan baru ini.
Mungkin ini tujuan Orientasi Mahasiswa Baru, bukan hanya sebagai perkenalan terhadap kampus, tapi juga lebih menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan kita terhadap almamater. Saya bangga menjadi mahasiswa Unsil.
Hidup Mahasiswa! Hidup Mahasiswa! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!!!