Senin, 21 November 2016

[Puisi Urakan] Eksekusi Rindu



Malam ini aku merindu 
seperti malam malam sebelumya
Tapi aku berharap kau membunuh rindu ini besok

Rindu ini nyaris membuatku gila
Selalu memandang ke langit gelap tiap malam
Dan berbicara pada bintang 
yang kerap kali meninggalkan langit sendirian

Kalau rindu bisa membunuh, aku sudah mati karenanya
Manakah yang lebih baik, 
memasuki rumah dengan orang orang abnormal 
atau memasuki rumah tanpa cahaya sedikitpun? 
Mungkin aku harus memasuki rumah pertama 
dan tinggal selamanya di rumah kedua. 

Tapi berulang kali aku menegaskan dalam hatiku,
 ini adalah malam terakhir aku merindukanmu 
karena besok rindu sudah tak ada lagi. 
Kaulah tersangka dibalik pembunuhannya.

Jumat, 04 November 2016

[Puisi Urakan] Tak Peduli



Mereka bilang aku harus begini, tak boleh begitu
Aku harus pakai ini tak boleh pakai itu.
Pergi kesini tak boleh kesitu. 
Hey, apa kau ibuku? 
Ini hidupku, duniaku dan passionku
Apa hakmu melarangku?

Kau mau bilang ini, bilang itu, terserah aku tak peduli
Kau mau bilang aku tuli? Terserah 
Kau bilang aku bodoh, hey kurasa kau harus bercermin.

Whatever do you think
I don't care
Pergi saja keduniamu, urusi hidupmu, kejar mimpimu 

Aku tau kau punya mulut dan bebas berbicara
tapi jangan pernah lupakan aku yang masih punya pilihan 
tuk mendengarkan atau sebodo amat. 

Persetan dengan omong kosongmu.
Aku. Tak. Peduli.