Senin, 21 November 2016

[Puisi Urakan] Eksekusi Rindu



Malam ini aku merindu 
seperti malam malam sebelumya
Tapi aku berharap kau membunuh rindu ini besok

Rindu ini nyaris membuatku gila
Selalu memandang ke langit gelap tiap malam
Dan berbicara pada bintang 
yang kerap kali meninggalkan langit sendirian

Kalau rindu bisa membunuh, aku sudah mati karenanya
Manakah yang lebih baik, 
memasuki rumah dengan orang orang abnormal 
atau memasuki rumah tanpa cahaya sedikitpun? 
Mungkin aku harus memasuki rumah pertama 
dan tinggal selamanya di rumah kedua. 

Tapi berulang kali aku menegaskan dalam hatiku,
 ini adalah malam terakhir aku merindukanmu 
karena besok rindu sudah tak ada lagi. 
Kaulah tersangka dibalik pembunuhannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar